Kamis, 03 Februari 2011

Ended

Rupanya, 6 bulan 29 hari belum cukup untuk kita saling mengerti satu sama lain. Aku tau, ini memang sudah jalan yang diberikan Tuhan, untuk kita.

Dalam waktu sesingkat itu, tak banyak yang bisa aku berikan untuk kamu. Aku cuma sekedar menitipkan kesabaran dari hatiku yang sebenarnya selalu kuperuntukkan buatmu, tetapi mungkin takdir tak mau membuat hatimu sadar betapa aku ingin kamu mengerti. Ia hanya membisikkan bahwa aku bukanlah yang kamu mau, bukan seperti yang kamu harapkan, jauh diluar ekspektasimu. Dan akhirnya, kunikmati kesabaran itu sendiri dalam gulita malam-malam sebelumnya, tanpa kamu. Ah, maafkan aku, aku masih terlalu memikirkan yang dulu-dulu, hmm mungkin kangen. Hehe maaf yaaaaa.
Walaupun jalan untuk bertahan mencintaimu begitu sulit, kamu harus tau, tak pernah sedikitpun aku menyesal untuk mencintaimu, menjadi perempuan yang pernah kamu miliki.
Aku bahagia. Hanya itu saja?
Tidak.
Kata bahagia tak akan pernah cukup mengungkapkan segala yang membingungkan ini. Lalu apa? Sebuah Pelajaran. Ya, sebuah pelajaran untuk aku bahwa mencintaimu tak cukup hanya sekedar memanggil kata panggilan sayang, bee, mas, grandong, honey, bebi, cinta, dan semacamnya. Tapi aku? Aku tak pernah tau lebih jauh tentang kamu, cerita-ceritamu, makanan favoritmu, bahkan aku juga tak pernah tau seberapa besar kamu menyayangiku. Aku akui aku memang bukan kekasih idaman. Tetapi, aku seperti ini pun karena aku mencoba mengertikanmu dengan caraku sendiri, karena aku juga tak pernah tau bagaimana cara yang kamu mau untuk aku mengertikanmu. Tak pernah dan tak akan pernah.

Kau tau, betapa menyesalnya aku ketika aku tak bisa memberikan yang terbaik untukmu selama singkat waktu yang diberikan Tuhan untuk kita bersama?